Hasil Galau Malam-malam

18 May

(Untitled)

Tak ada ucap salam
tak jua kau hadir
jam-jam pertemuan kita menjauh, mendekati ujung ajal

sementara,
bulan ditilam gerhana, malam disulam kelam
jangan tanya berapa banyak aku merindumu
air mata menitik manik di sudut mata coklatku
sepi dan sunyi kawin di ranjang kosong kita

nyatanya,
cinta semakin asing, prasati kita menjadi nisan. Kuburan cinta, tanahnya merah

Posted from WordPress for Android

Proving Love?

15 May

Gimana keadaan pagi kamu setiap pagi?

Love birds, the couple, would like to say…”Pagi kami selalu sama, orang yang kita cintai ada di samping kami, selalu seperti itu. Dibangunkan dengan pelukan hangat dan kecupan ringan di bibir.”

What a lovely morning!

What do you do after that? Mereka akan bilang, “Beraktifitas seperti biasa sambil mencintai satu sama lain.”

Tapi bagaimana bila pasanganmu bertanya, “Kamu cinta aku, terus apa yang bisa kamu lakukan untuk membuktikan cinta kamu?” “. . . . .”

Apa jawaban kamu? Kalo aku di posisi dia, jujur nih yah…bingung mau jawab apa. Kalo cuma ngomong doang sih iya gampang. Tapi mana bisa sih kamu cuma ngomong doang sama orang yang kamu sayang?

Butuh bukti kan? Iya dong butuh bukti. Maksudku, yang emang bener-bener kamu lakuin buat dia.

Beberapa orang mengatakan, “The nice thing about love is that it is built on trust. And when you trust someone, you don’t have to prove anything.

I couldn’t agree more. It so true, but how if your love insists?

Well, the best answers is……. tunjukan bahwa kamu mencintai dia dengan cara kamu sendiri. Hobi kamu apa? Masak? Masakin deh dia masakan kesukaan dia. Kamu suka nyanyi? Nyanyiin lagu kesukaan dia. More simple way? Buat dia merasa kalau kamu memang mencintai dia. Kalau buat dia itu masih kurang, dan itu bukanlah bukti cinta yang cukup buat dia harus gimana? Kasih tau pasangan kamu, the best way to loving is not by show it, but feel it. Mungkin kamu dicintai tidak sebanyak orang lain, tapi bersyukurlah, bahwa cinta yang tidak banyak, yang mungkin kecil, itu ada, dan itu nyata, even better, it grows every day, bigger and bigger.

Tags: ,

Jarak: Aku Ragu

11 Apr

Ibukota dan Kota Kembang, dua jam perjalanan melewati Cipularang.

Setidaknya itu yang aku pikirkan ketika mengantarkan kepergianmu dari Kota Kembang. Aku hela nafas panjang dan tentu, kali ini jarak adalah biang keladi di antara kita.  Sepeninggalmu aku ragu. Sampai cintaku yg dalam, kehilangan bayangan jika berjalan di bawah bulan. Semuanya tampak abu-abu, seperti bayangan. Sementara, cintaku, adalah cahaya itu sendiri.

Selepasnya hanya ada keraguan, berbait-bait sajak dipatri halus. Dan dipertemuan kita berikutnya, larik hatiku bisa kau baca.

Kekasihku, Tuanku. Apakah kau sedih? Jika di antara jari jemari yang semat-menyemat satu dan lainna tadi malam tak ada cinta?

Malam ini, semalaman, aku menganggu lelah mu dengan pertanyaan bertubi-tubi yang aku kirim pada ponsel pintarmu. Maaf, entah kenapa aku ragu pada setiamu, dan heningmu adalah jawaban eksak yang aku tafsir tanpa keraguan. Akhirnya hanya hening mu dan malam yang tersisa.

Kini malam kembali dengan maut dan sepi yang kau imani. Sepi yang membungkusmu dari keraguanku. Seakan menggenapkan turihan sunyi dalam dada, aku terima pedihnya. Aku hilang, digerus purnama derita.

Lira dan harpa mu, Tuan, adalah lagu tanpa nada dasar pada hamparan salju yang kelam~yang begitu cepat membekukanku dalam semalam.

Sementara Aku~

Aku adalah ragu yang diseret sunyi pada api sepi yang berkobar-kobar, yang membakar habis cintaku.

Yang Aku Cinta

25 Mar

Aku hanya ingin bermesraan dengan
Mu lebih dari siapapun juga
Dan mencintai Mu lebih dari aku
mencintai cahaya mentari

Jika bisa ingin rasanya aku saling
mengirim teks dengan Mu. Berkata-kata
sayang, “Ya Rahman, Ya Rahim Ya
Salam.” dan Kau membalasnya dengan
cinta Mu “Ya Habibie, umatku yang
baik, sudahkah kau Ashar hari ini?”
Ketika malam datang, kau bangunkan
aku dengan lembut, “Tahajudlah wahai
umatku tercinta, aku rindu
bercengkrama denganmu.”
Kalau Kamu punya Facebook aku akan
menjadi orang pertama yang ada di
friendlist Mu, nanti kita saling mengirim
wall, kalau boleh aku minta kau tag
terus setiap hari agar aku terberkati
Dan kita juga akan terus ber-twitter ria,
me-mention satu sama lain dan
merindukan Mu
Ketika hari berganti, pagi siang, sore
malam
aku ingin menelponmu dan
menceritakan semua yang aku
inginkan hanya padamu.
Sungguh, aku merindukan mu .
Dan terimakasi Ya Rahman, karena
cintaku ini tak bertepuk sebelah
tangan.

Bandung, 23 April 2010

Posted from WordPress for Android

Tags: ,

Kuilmu, Tuan

23 Mar

Kuilmu, bait sajak yang dikalahkan
masa lalu

Ketika daun meranggas dan ricik air
terdengar
Pepohonan berdiri berjajar tunduk
kepadamu ke arah matahari terbenam

Tidakkah kau dengar nada yang
mengalun?
Mantra nada yang dulu adalah candu
Rapalan-rapalan liar tepat di telingaku
Sentuhan-sentuhan jemarimu tepat di
pori-poriku

Ketika gelap membutakan
Aku, kulitku yang kau ambung
adalah minyak yang membakar api
dalam darah
Menuntun pada satu dan dua dan tiga
rasa bahagia,
Gelora seindah saga

“Ini penyucian,” kau bilang, “Sepasang
pendeta bersatu
mata, hidung, dan bibir mengecup
setiap jiwa.
Agar tak tersesat dalam gelap.
Agar ruh tak salah jalan.”

Barangkali, Tuan, kuilmu hanyalah
bangunan masa lalu
Sisa reruntuhan dan kolom-kolom
kosong,

Dulu, barangkali
Pilar-pilar tinggi yang kokoh itu tegak
tertanam dalam darah

Kuilmu, barangkali, adalah gubahan
puisi untukku
Tempat kau menanggalkan jubahmu
dihadapan kekasihmu

Posted from WordPress for Android

Tags: , , ,

Sayang, ini bukan tentang selangkangan?

20 Mar

Sayang, ini bukan sajak selangkangan
Kau tahu cinta bukan tentang selangkangan.
Cinta bukan tentang membuat basah badanmu dengan keringatku.
Pun bukan tentang mengawini birahi.
Salah bila kau bilang tentang membanjiri badanku dengan ciumanmu.
Jadi, cinta ini bukan tentang selangkangan kan?

Jika cuma tentang selangkangan harusnya kau mencintai botol dan tanganmu sendiri.
Atau mungkin sabun, minyak dan lotion yang kau jadikan teman melacurkan diri.
Jadi, cinta ini bukan tentang selangkangan kan?
Kalau tentang selangkangan
Bagaimana jika suatu hari selangkangan ku tak menarik bagimu?
Atau selangkanganku kadaluarsa?
Atau borok?

Ah sayang, memangnya selangkanganmu seperti apa?

Berbalas sajak….

20 Mar

Budi Hermawan: Kuputar nomor telepon yang diingat sempurna, disimpan sel sel kelabu di benakku Satu, dua, tiga kutunggu dengan sabar sejak sekedar mendengar suaramu, menggelegaklah segala debar mencandu di seluruh aliran darahku; merindu daku padaku penuh … sungguh. Tiga, empat, lima tak ada jawaban dari seberang sana…Aku lupa ini malam minggu, engkau tentu sedang asyik bercengkrama dengan kekasihmu..

Mahadewi S Shaleh: Move on, Pak… Move On…

Budi Hermawan: Already thousand kilometer from the point of departure now only in memory … just “found” the poem again Wi hehehe..

Mahadewi S Shaleh: Benar kenangan membuat emosi tersedu…tertunduk.. Kenangan berjejer rapi di ruang waktu…seakan siap membuka celah pintu luka… Tapi cinta yang besar…dari orang yang mencintaimu di masa-masa yg akan datang membuatmu terlupa akan waktu dan kenangan yg menua…seakan menjadi tua adalah hal menyenangkan jika bersamanya…

Budi Hermawan: “Menua bersamanya” … terdengar indah. Maka meski masih kutanya “di manakan cinta untuk orang orang seusia kita?” masih tetap kutumbuhkan harap jua .. sebab ingin “menua bersamanya” ..

Mahadewi S Shaleh: Menua bersama nya, bersama dia…Dia yang tetap mencintai walaupun ratusan garis kehidupan yang tertulis di wajah…yang tetap mencintai meski badan telah ringkih…

Budi Hermawan: Bila begitu mulai sekarang hanya akan ada senyap, dan langkah langkah harap menuju kemudian hari itu … :0

Mahadewi S Shaleh: Kenapa hanya ada senyap? Mungkin hari akan sepi sementara…Ketika dia datang…gempita menyambut…Aku sarankan engkau menabung cinta…biar dia betah selamanya…menua bersamamu..

Budi Hermawan: Menabung cinta saranmu ya … telah kusimpan dia dalam sujud sujud yang panjang dan isakan isakan tertahan … lalu dia menguap disimpan awan awan … dan ketika rindu tak lagi tertahan ditangiskan langit menjadi hujan .. jauh mengalir ke tanah tanah tak bernama …

Mahadewi S Shaleh: Semoga cinta yang ditabung ditiap-tiap malam berbalas cinta tanpa jeda dari dia, yang akan mendampingimu dan menua bersamamu

Dan saya pun terdiam, saya tidak tahu harus membalas apa. Dulu beliau pernah berkata, “Sepi tak lagi seksi. Maka akupun bersetuju dengannya. Betapa sepi dan sunyi menggerogoti sela-sela jiwa. Mendinginkan semangat yang membara. Dan hampir membunuh dengan tepat di jantung…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 662 other followers