Archive | February, 2012

KW cosmetics+skincare karena GENSI? NO! They are FAKE and DANGEROUS!

27 Feb

Oke, aku baru aja kena samber(berkali-kali) akun boot twitter yang menawarkan kosmetik dan kutek KW Super High Quality merk MAC & OPI. Bermasalah? YAA.. Bermasalah sekali…

Kenapa? Karena gak ada yang namanya kosmetik dan kutek KW SUPER HIGH QUALITY!

Coba tanya sellernya di counter, ada gak KW SUPER HIGH QUALITY, mereka akan bilang, “Itu palsu Mba.”. Yang namanya kosmetik, kutek, skincare itu dibuat dengan teliti dan higienis, alasannya? Karena bakal langsung di apply ke badan kita, ke muka, ke mata, dan itu adalah bagian yang sensitif banget. Mereka gak akan berani ngeluarin produk KW. Beberapa hal bisa ditolerir lah ke-KW-an-nya, seperti keramik yang emang retak-retak terus jadi KW (KW dalam hal ini adalah kualitas rendah, atau gagal produksi sehingga digolongkan dalam KW) atau tas deh yang KW (kalau KW tas, celana dan baju ini udah disebut palsu). Tapi muka? Emang nya dikira muka kita tembok yang mau dipasang keramik KW? NO! Nah, banyangin kutek KW. Kutek KW kebanyakan dibuat dari cet mobil! Dan ini berbahaya kalau terhirup!

Aku akuin keren, dan memang keren BANGET  (juga MAHAL) ngeliat cewe yang bedakan pake Bobbie Brown, yang matanya pake eyeshadow UDPP, Lipstiknya dari MAC, perfume dari Channel, Eyelash Curler pake Shu UEMURA. Tapi itu semua keren kalo asli. “Tapikan mereka ga akan tau ini asli ato enggak.” Girls, sayangin kulit, bukan gengsi semata. Kulit itu asset, sampe kakek nenek pun asset! Kalo kita udah ga sayang sama kulit, ntar bagian kulitnya sakit berontak ngeluarin jerawat sana-sini baru tau rasa.

Lagian, for sure nih, kalau sudah masalah kosmetik, yang diliat bukan kosmetik apa yang kamu pake pada saat pertama. Tapi, pertama kali yang diliat adalah hasil aplikasi pada muka kamu. Nah kalo udah masuk ke KW KW an ini, what do you expect? Ga ada ceritanya MAC asli yang 400rb itu bakal sama persis hasil aplikasinya dengan MAC KW yang 80rb. Harga gak pernah bohong!

Daripada beli kosmetik mahal (yang ga sanggup dibeli) palsu, saya sarankan beli yang lebih murah dan aman. Merk dalam negeri itu ada loh yang kualitas internasional (beberapa bedak dalam negeri itu sama kaya bedak NARS loh kualitasnya). Kalau masalah “warnanya ga dapeeeeettt…” Tungguin, untuk MAC biasanya ada NYX yang siap ngeluarin produk yang lebih murah dengan warna hampir sama.

Ini saya kasih contoh make up DUPE list:

M.A.C. Lipstick and Lipgloss Dupe Listmac-cosmetics-logo.jpg

  1. MAC Prrr Lipglass :::: L’Oreal ColourJuice in Mai Tai
  2. MAC Pervette lipstick :::: Jane HipLips in Pink Slip
  3. MAC Lipstick in Midimauve :::: Revlon Super Lustrous Lipstick in Smokey Rose
  4. MAC Viva Glam II lipstick :::: Jane Flipstick in Roseland, Maybelline Great Wear Lipstick in Flesh
  5. MAC O Lipstick :::: Jordana Bahama Bronze; Revlon Mulled Cider; Prestige Fudge Brownie Aromatherapy Lipgloss; Wet ‘n Wild #769
  6. MAC Oak :::: Rimmel Femme Fatale
  7. MAC Oh Baby Lipglass :::: Milani Serendipity Gloss
  8. MAC Spice Liner :::: Wet n’ Wild #666 or #712 Liner
  9. MAC Dainty Cake Lipstick :::: NYC Firefly #306b
  10. MAC XS lipstick :::: Cosmetic Factory Extra lipstick, Wet ‘n’ Wild #506A lipstick
  11. MAC Twig lipstick :::: Avon Twig lipstick, Prestige VIP lipstick, Jane LipHuggers in Kind Of Carob;
  12. MAC VGV lipglass :::: Neutragena Dreamy lipgloss or Salley Hansen Diamon Lip Treatment in Royal Romance
  13. MAC Lovechild Lipglass :::: Rimmel Snog Lipgloss
  14. MAC Wuss lipstick :::: Avon Spice lipstick, Wet ‘n’ Wild #547A lipstick
  15. MAC Touch lipstick :::: Jane Browned Down Red lipstick, The Body Shop Vanilla lipstick
  16. MAC Russian Red lipstick :::: Sonia Kashuk lipstick in Geisha or Prestige Lipstick in Fatal Red
  17. MAC Underworld :::: Neutrogena in South Beach
  18. MAC Sequin lipstick :::: Almay Sequin one coat lipstick
  19. MAC Lipstick in O :::: Chanel Glossimer in Spark, Revlon Super Lustrous Lipstick in Copperglow Berry, Jordana Bahama Bronze
  20. MAC Strawberry Blonde :::: Victoria’s Secret Love Bite
  21. MAC Modum lipstick :::: Almay Malt lipstick
  22. MAC Lustreglass in Star Nova :::: Sonia Kashuk Sexy lipgloss
  23. MAC Plum Liner :::: Revlon Colorstay Plum liner
  24. MAC Lipliner Whirl :::: Rimmel Darling Nude
  25. MAC Odyssey lipstick :::: Bonne Bell LipGear in Berry Bash
  26. MAC Retro lipstick :::: Jane Lipstick in Browned Down Red
  27. MAC Lovechild lipglass :::: Rimmel Snog
  28. MAC Strength lipstick :::: Avon Brilliant Moisture Lipstick in Tiger’s Eye
  29. MAC XS lipstick :::: Cosmetic Factory Extra lipstick, Wet ‘n’ Wild #506A lipstick
  30. MAC Lust Lipglass= L’Oreal ColuorJuice in Passionfruit Squeeze
  31. MAC High Tea Lipstick :::: Rimmel Airy Fairy, Milani Sheer Lipstick in Amaterro
  32. MAC Love Nectar lusterglass :::: Milani Coral Shimmer lipgloss
  33. MAC Lust lipstick :::: Maybelline Great Wear lipstick in Silver Lilac, Revlon Virtual Violet lipstick
  34. MAC Spirit lipstick :::: Cosmetic Factory Angel lipstick
  35. MAC Love Nectar Lusterglass= Milani Coral Shimmer Lipgloss
  36. MAC Rockocco lipstick :::: Milani Candy Apple lipstick
  37. MAC Viva Glam Lipstick in Viva Glam V :::: Neutrogena Moisture Shine Gloss in Dreamy, Milani Sher Lipstick in Pink Chiffon, Neutrogena Moistureshine Tinted Lip Balm in Clean #20

Taken from: http://www.makeuptalk.com/t/117061/mac-lipstick-dupe-list

Oke, be smart. Gengsi bukan bagian dari gaya hidup sehat dan cantik.

Thanks for reading,

D

Ruang Tunggu

21 Feb

Pada saat ini, semua manusia yang ingin mendapatkan kebahagiaan, Tuhan kumpulkan dalam satu ruangan, Ruang Tunggu Kebahagiaan Tuhan. Ketika bertemu dengan kebahagiaanmu, namanya akan saling melengkapi papan nama kecil yang tertempel di dada masing-masing , dan mendapatkan kesempatan bersama selama tiga hari, hingga akhirnya keluar dari tempat itu dengan hati yang bahagia.

Semua orang mengantri untuk masuk. Perempuan dan Pria ditempatkan dalam beberapa antrian yang berbeda. Tempat ini dilengkapi gerbang berwarna-warni khas hati-hati yang bahagia, dengan para Cupid yang menjaganya memancarkan aura cinta yang bisa membuat siapapun jatuh cinta dengan sangat hebat pada siapapun yang mereka ingini, hanya pada yang mereka ingini.

Kemudian aku mengantri, mengambil posisi antrian berwarna hijau cemara. Dari jauh, dalam antrian biru langit, aku melihat mu bercakap-cakap dengan seorang lelaki, mataku tertuju padamu. Beberapa saat, aku memandang. Tak ku sangka, mata kita saling bertemu. Entah apa yang terjadi, pupil mata kita semakin membesar, kita tahu kita saling jatuh cinta. Dalam diam. Sayangnya kau meragu.

Menjelang petang, kita bertemu lagi. Seakan tak mau membuang waktu, aku bertemu denganmu dalam keadaan yang berbeda. Aku dalam pelukan seseorang, kau melihatku mengenggam tangannya,  senyum simpul yang menghiasi wajah. Dan dengan papan nama kecil yang telah full tertulis, “Akunya Dia.

Setelah membuang waktu dengan percuma karena ragu. Pada saat itu kau tersadar, kau telah terlambat. Menyatakan cinta dengan terlambat.

Besoknya, ketika hari gelap di Ruang Tunggu Jodoh Tuhan, kita bertemu di sebuah cafe kecil. Kau sadar aku sedang dalam kesepian. Aku menghampiri bartender memesan segelas mocktail, tanpa ragu kau kembali menyapaku.

Tanpa kata-kata terucap, tangan kita saling mengenggam, mata yang saling menatap, dan hati yang sama-sama bergejolak, gugup dan bahagia. Kita bersenda gurau, menjadi pelawak satu sama lain, saling mengundang tawa yang kita ingini. Saling memerhatikan hal-hal kecil satu sama lain. Saling mencumbu, saling dimabuk cinta. Dan saling menyadari, kita telah sama-sama jatuh cinta di saat yang terlambat. Seakan tak berkeberatan aku menjadikanmu yang kedua dan kamu merelakan diri menjadi yang kedua, sekali lagi, dalam diam. Sekali lagi, dalam diam.

 Percakapan itu terhenti, kita melepas pandangan kita yang sedari tadi bersautan. Angin berhenti menyimak lalu kembali menemani senja pergi. Dengan rasa enggan, kau melepasku, kembali untuk bersama Dianya Aku.

Keesokan harinya, di hari terakhir, kita saling bertemu, saling bercakap-cakap, dan saling jatuh cinta. Saling mengingat kemarin, saling tak ingin melupakan, saling tak ingin kehilangan. Namun, saling sadar tak bisa memiliki.

Kita sadar, kita bahagia, lagi-lagi dalam diam kita bahagia, kebahagiaaan ini sudah pasti adalah kebahagiaan aku dan kamu. Bahagia dengan saling mencinta, saling memerhatikan, lagi-lagi dalam diam.

Dalam sadar, akupun tak mau kehilanganmu. Mungkin aku jahat, membiarkanmu memberikan cinta, sementara lelaki disampingku mencumbuku di depan matamu. Aku tak mau membiarkanmu sendiri, aku tak mau melepasmu, picik.

Tapi, sungguh, aku menunggumu mendapatkan orang yang tepat. Aku menunggumu, mendapatkan kebahagiaan yang tepat di saat-saat terakhir, menunggumu mendapatkan penggantiku. Dalam kalut yang hebat, hampir meneteskan air mata.

“Kau tak mau mengganti nama di papan nama kecil mu? Aku berikan satu kesempatan, tapi mungkin nama yang tercatat sebelumnya akan patah hati.” Seorang peri menyadarkan kita berdua, seseorang akan patah hati. Dan kita terdiam.

 

 

 

It is O.K to have unspoken love,

But, your greatest mistake comes after you doubt your love.

-Mahadewi

Hubungan antar tanda: Paradigmatik dan Sintagmatik

17 Feb

Perlu diketahui bahwa linguistik dan sastra adalah hal yang tidak bisa dipisahkan, buat saya terutama, kepandaian seseorang berkreatifitas dengan kata-kata akan sangat terbantu bila dan apabila dia memiliki pemahaman yang tinggi tentang linguistik. Dan inilah bagian dari linguistik yang sangat penting untuk dipahami.

Pertama-tama akan saya jelaskan sedikit bahwa ini adalah bagian dari strukturalisme dan akan sangat berkaitan erat dengan figur bernama Saussure (dan bila memahami ini, akan ada nilai tambah semiotika yang anda pahami). Secara singkat bisa dikatakan bahwa Saussure menginvestigasi hubungan antara speech dan evolusi dari bahasa, juga mengeksplorasi bahasa sebagai a structured system of signs. Saussure menggambarkan dan memetakan antara bahasa (langue) dan aktifitas berbicara (parole). Bahasa adalah sistem penanda yang melibatkan aktifitas dalam berbicara.

From my reading, bahasa adalah sebuah penghubung antara pikiran dan suara. Artinya pikiran yang di manifestasikan kedalam sebuah perkataan (dalam hal ini suara itu sendiri). Bahasa adalah hasil dari perwujudan si pembicara kepada pendengar dari konsep image dalam pikirannya. Bagi Saussure, linguistic sign adalah kombinasi konsep dan sound-image. Konsep ini melahirkan dua istilah lain yaitu signified(konsep) dan signifier (sound-image).

Dan hubungan antara kombinasi signified(konsep) dan signifier (sound-image) itu sendiri arbitrary (tidak tetap), karena semua sound-image tersebut bisa digunakan untuk menandakan beberapa konsep khusus. (I am going to explain it so brief, you can ask your lecturer or MR. Google for further info).

Karena sifatnya yang arbitrary, lahirlah konsep lain yang dinamakan Paradigmatik dan Sintagmatik (Ini adalah jalinan antar-tanda bahasa).

Hubungan Sintagmatik dan Paradigmatik

 

Sintagmatik bisa dikatakan sebagai bagian linier antara unsur-unsur bahasa. Hubungan ini disebut in praesentia. Dalam penggunaan Sistem sintagmatik, kebanyakan orang akan secara sadar (ataupun tidak) menggunakan kaidah S-P-O. Dalam bahasa Indonesia dimungkinkan adanya perputaran atau pembolak balikan S-P-O sejauh langue yang berlaku masih memperbolehkannya, makna sintagmatik sering saya sebut sebagai makna vertikal.
Dan pelengkap sintagmatik adalah paradigmatik, paradigmatik adalah hubungan yang memungkinkan suatu tanda bahasa bertukar-tukar atau dipertukarkan karena memiliki asosiasi dengan makna lain. Hubungan ini disebut hubungan in absentia.

 

Sudah, segitu saja dulu. Saya tidak akan memberikan kesimpulan apapun karena tulisan di atas cukup singkat dan saya membiarkan pembaca memiliki pemahamannya sendiri. Selain itu, saya akan meneruskan tulisan ini.

 

Terima kasih telah membaca.

 

 

D

A Final Project Story: Gérard Genette’s Theory

2 Feb

I have to say that lately is indeed soooooooooooo complicated yet great.

What I’m going to post is about my final project (you might be call it thesis).

It is about Gérard Genette’s theory regarding narrative.

Gérard Genette’s work (1972 and 1983) pointed out that internal analysis, like any semiotic analysis, reveals two characteristics. Firstly, it is concerned with narratives as independent linguistic objects, separated from their context of production and reception. Secondly, it aims to reveal an underlying structure that can be identified in many different narratives.

Using an accurate typology, Genette has developed a theory of narratological poetics that may be used to address the entire inventory of narrative processes in use. According to Genette, every text reveals traces of narration, which can be studied in order to understand exactly how the narrative is organized. The approach sponsored here clearly addresses a level that lies below the access of interpretation, and as such, it constitutes a solid foundation, complementing other research being done in the social sciences, e.g., in sociology, literary history, ethnology and psychoanalysis Genette narratology consist of: narrative mood, narrative instance, levels, and narrative time.

ANALYTICAL CATEGORIES

ELEMENTS ANALYZED

COMPONENTS

NARRATIVE MOOD

DISTANCE

Narratized speech

Transposed speech, indirect style

Transposed speech, free indirect style

Reported speech

FUNCTIONS OF THE NARRATOR

Narrative function

Directing function

Communication function

Testimonial function

Ideological function

NARRATIVE INSTANCE

NARRATIVE VOICE

Homodiegetic narrator

Heterodiegetic narrator

Autodiegetic narrator

TIME OF NARRATION

Subsequent narration

Prior narration

Simultaneous narration

Interpolated narration

NARRATIVE PERSPECTIVE

Zero focalization

Internal focalization

External focalization

NARRATIVE LEVELS

EMBEDDED NARRATIVES

Extra-diegetic

Intra-diegetic

Meta-diegetic

Meta-meta-diegetic, etc.

METALEPSIS

Breaching of narrative levels

NARRATIVE TIME

ORDER

Analepsis

Prolepsis

Reach

Extent

NARRATIVE SPEED

Pause

Scene

Summary

Ellipsis

FREQUENCY OF EVENTS

Singulative

Repeating

Iterative


 Summary of Genette’s Narratology

For Genette, all narrative is telling, in that it can achieve no more than an illusion showing by making the story real and alive. Then, a narrative cannot duplicate reality. No matter how realistic it is intended to be a fictional act of language arising from a narrative illustration. “Narrative does not ‘represent’ a (real or fictive) story, it recounts it – that is, it signifies it by means of language […]. There is no place for imitation in narrative” (Genette, 1988). Genette claims that in no case is the narrator completely absent.

My supervisor said, “Are you sure about it? Our prof is now learning about this theory in U. S for 3 years, and his study is so complicated. We have to mastering France first.”

Well, I am sure. Wish me luck.

D