Surat Cinta Untuk Senja

28 Jan

Tuan, pijakan mentari tak selalu pagi, peri-peri hutan kian menari di sudut mata, rindu.
Tuan, aku rindu alunan malammu, yang selalu kau sisipkan pada siku-siku mimpiku.
Pada nada liramu , Tuan, kau tahu bahwa pagi, lebih merindukan kata-kata berpulang pada syairnya.
Tidakkah kau rindu tuan, jari jemari kita merekatkan rindu dalam gigil malam, saat kau debarkan dadaku dengan ribuan bait dari syairmu.

Hear here.

*it is edited from my man short poems for me 😛 *

By clicking on the link above, you can hear me singing a song for him XD XD XD

Enjoy the mix mix mix blog 🙂

Happy reading,

D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: