Archive | September, 2013

A New Home: Welcome msmahadewi.com, See You Latter My WordPress.

9 Sep
MsMahadewi.com

MsMahadewi.com

Gue seneng banget punya domain baru, milik sendiri (red nyewa) dan pake nama sendiri. Tapi entah mengapa gue sedih tiada tara. Ketika menghadapi kenyataan, I have to move to a new home.

As you know, I have been here, in wordpress since century, I feel so damn comfortable here, walaupun kenyataannya gue gak pake domain sendiri. That’s the only thing yang ngebikin gue kurang nyaman di sini. Itu aja.

Sebenernya rencana beli domain ini udah ada sejak zaman kapan tau. Cuma baru terlealisasi sekarang. Kenapa baru sekarang? Seriously, niat dan enviousnya yang menggebu-gebu baru datang sekarang. Ceritanya gini, ini semua berawal dari Warung Blogger, a.k.a WB. Gue udah lama gabung sama @Warung_Blogger di twitter, tapi baru kemaren berbicara personally sama mereka semua, mahluk ajaib dari negeri antah berantah. They are all nice, talkative (red, cerewet) and indeed fun! Setiap hari, sejak gue gabung sama mereka, yang diomongin topiknya tentu all about blogging. And jreng, tentang beli domain! Geez. Ternyata untuk membeli domain, kita harus juga beli hosting web! Dan ini gue sebagai anak baru paling lucu di sana (muntah naga) baru tau!  Dan harga domain ini bervariasi. Rata-rata $9, around Rp. 100,000. Hostingnya? Beda lagi!

I have to be fully honest with you. I WANNA STAY HERE. Seriously. Tapi dikalahkan oleh $18 (dengan kurs Rp. 12.000) yang harus dibayarkan ke wordpress, yang entah kenapa terasa sangat mahal. (nangis, semua salah dolar naik!). Dan setelah berdiskusi dengan kawan-kawan WB akhirnya diputuskan gue beli domain dengan hosting pindah ke blogspot.

All I know here is write, and lucky me, wordpress is very friendly. Interfacenya sangat jelas dan sangat memanjakan kamu yang memiliki passion di bidang menulis. Sayangnya, di situlah letak keterbatasannya. Kita gak bisa ngoprek aneh-aneh kecuali move ke VVIP user, which of course more expensive.

Gue pindah ke blogspot ini, tidak sendiri, alias dibantuin (alias ngerecokin hidup orang lain beberapa hari). So, I want to thank you, so much for the help anak-anak WB, especially Irfan and Gandi. (Gak usah gr di mention di sini ya, *dilempar*)

Gue gak akan meninggalkan wordpress, I just move, there temporarily, and will be back. 🙂

So please, for all of my readers here, sorry for the inconvenience, let’s move to my new home msmahadewi.com

I will keep updating here as my back up data anyway, hahaha, in case gue lupa perpanjang -_-.

Love you so much wp,

D

What I Do – Sedikit Tutur Tentang Kerja

7 Sep

Gatel sebenernya pengen ngeblog dari kemaren tentang what I do recently for living. Cuma merasa belum pantas karena statusnya yang masih kurang oke (alias probation).

So since this April I am officially an Editorial Planner, sometimes people relates it with Digital Copywriter. And if people ask me I will say it Digital Copywriter, and they, who asked, will understands it easier. Hahha, *the power of males ngejelasin.

Kegiatannya, buat aku personally hampir sama dengan seorang Editorial Planner plus Copywriter di majalah. Cuma ruang lingkupnya aja yang berbeda. Kami para Digital Copywriter mengurusi bidang dijital, such as, Facebook, twitter, website and all digital fields.

Ada yang bilang ini gampang, and I was like, are you sure? I can spend whole day working on it!

Gimana perasaan aku menjalani pekerjaan ini? Senang, santai, dan I feel like a lucky girl.

Aku bisa pake kaos dan sendal jepit doang ke kantor, sambil sepedahan. Enak, seru. Haha. Dan sebenernya ketika melamar ke my office, a digital agency, I applied as a social media officer loh! And luckily, because of these my one and only blog, mereke menghubungi aku untuk menjadi Editorial Planner. It is a God’ gift! Rasanya gak sia-sia ngoceh ngalor ngidul diblog, buat ini itu, eh malah jadi semacam live portfolio!

Gimana dengan salary? Mau jujur mau enggak? Hahaha, untuk urusan salary, kerja di agency iklan lumayanlah dengan load kerjaan yang santai. Dan gajinya bisa dibilang hampir sama dan bisa di atas pegawai bank dan PNS lulusan S1. Kenapa aku menyinggung pegawai bank dan PNS? I feel tired hearing people around, especially when the elders said, “Kenapa kerja gak di bank atau ngelamar jadi PNS? Kan hidupnya lebih terjamin, gajinya gede.” HAH! Semua anak ahensi yang masih muda pasti tau rasanya kerjaan kita dianggap abal-abal. Bahasa Sundanya mah teu puguh. Padahal we can earn more!

Lebaran gak lama udah bereskan, but I still remember the way people treat me when I told ’em that I working on a digital agency,

O: Kerja di mana teh?

D: Di digital agency, Pak.

O: Oh…

Beda kalau kamu bilang kamu kerja di Bank!

O: Kerja di mana, Aa?

A: Kerja di Bank ***, Pak.

O: Wah keren atuh !@!@#!!@!)#!# blah blah blah.

Dianggap remeh, and I feel like I have lost my heart beat T_T. Kita kerja sama berat, kadang aku lebih santai sih, but we earn the same amount of banknote! Even better, we can earn more! *nangis di pojokan*

Buat yang mau CPNS, monggo, lagi ada pembukaan di sana-sini. Buat mereka yang nyari kerja, selain PNS-an, atau per-bank-an, MONGGO! My bless with yah!

So well, segitu aja curcolnya, buat temen-temen yang sekarang kerja di bank atau jadi PNS, I don’t hate you. Aku cuma sebel sama mindset orang tua yang kadang meremehkan kami para pekerja kreatif. *curhat aja terus dew, karakter masih panjang!* Tau kan maksudku? Gimana gak enaknya digituin T_T. Udah segitu aja dulu ya.

See you in my next post!

Love,

D

Image

SK-II on the Progress

3 Sep

Aku udah pake SK-II selama kira-kira 3 minggu lebih. And I love the result!
Maaf kalau fotonya kurang jelas ya, 😦
Wait for the next progress ya, Girls! Semoga belum ganti lagi. 🙂

Love,
D Continue reading