Archive | Catatan Harian RSS feed for this section

A New Home: Welcome msmahadewi.com, See You Latter My WordPress.

9 Sep
MsMahadewi.com

MsMahadewi.com

Gue seneng banget punya domain baru, milik sendiri (red nyewa) dan pake nama sendiri. Tapi entah mengapa gue sedih tiada tara. Ketika menghadapi kenyataan, I have to move to a new home.

As you know, I have been here, in wordpress since century, I feel so damn comfortable here, walaupun kenyataannya gue gak pake domain sendiri. That’s the only thing yang ngebikin gue kurang nyaman di sini. Itu aja.

Sebenernya rencana beli domain ini udah ada sejak zaman kapan tau. Cuma baru terlealisasi sekarang. Kenapa baru sekarang? Seriously, niat dan enviousnya yang menggebu-gebu baru datang sekarang. Ceritanya gini, ini semua berawal dari Warung Blogger, a.k.a WB. Gue udah lama gabung sama @Warung_Blogger di twitter, tapi baru kemaren berbicara personally sama mereka semua, mahluk ajaib dari negeri antah berantah. They are all nice, talkative (red, cerewet) and indeed fun! Setiap hari, sejak gue gabung sama mereka, yang diomongin topiknya tentu all about blogging. And jreng, tentang beli domain! Geez. Ternyata untuk membeli domain, kita harus juga beli hosting web! Dan ini gue sebagai anak baru paling lucu di sana (muntah naga) baru tau!  Dan harga domain ini bervariasi. Rata-rata $9, around Rp. 100,000. Hostingnya? Beda lagi!

I have to be fully honest with you. I WANNA STAY HERE. Seriously. Tapi dikalahkan oleh $18 (dengan kurs Rp. 12.000) yang harus dibayarkan ke wordpress, yang entah kenapa terasa sangat mahal. (nangis, semua salah dolar naik!). Dan setelah berdiskusi dengan kawan-kawan WB akhirnya diputuskan gue beli domain dengan hosting pindah ke blogspot.

All I know here is write, and lucky me, wordpress is very friendly. Interfacenya sangat jelas dan sangat memanjakan kamu yang memiliki passion di bidang menulis. Sayangnya, di situlah letak keterbatasannya. Kita gak bisa ngoprek aneh-aneh kecuali move ke VVIP user, which of course more expensive.

Gue pindah ke blogspot ini, tidak sendiri, alias dibantuin (alias ngerecokin hidup orang lain beberapa hari). So, I want to thank you, so much for the help anak-anak WB, especially Irfan and Gandi. (Gak usah gr di mention di sini ya, *dilempar*)

Gue gak akan meninggalkan wordpress, I just move, there temporarily, and will be back. 🙂

So please, for all of my readers here, sorry for the inconvenience, let’s move to my new home msmahadewi.com

I will keep updating here as my back up data anyway, hahaha, in case gue lupa perpanjang -_-.

Love you so much wp,

D

What I Do – Sedikit Tutur Tentang Kerja

7 Sep

Gatel sebenernya pengen ngeblog dari kemaren tentang what I do recently for living. Cuma merasa belum pantas karena statusnya yang masih kurang oke (alias probation).

So since this April I am officially an Editorial Planner, sometimes people relates it with Digital Copywriter. And if people ask me I will say it Digital Copywriter, and they, who asked, will understands it easier. Hahha, *the power of males ngejelasin.

Kegiatannya, buat aku personally hampir sama dengan seorang Editorial Planner plus Copywriter di majalah. Cuma ruang lingkupnya aja yang berbeda. Kami para Digital Copywriter mengurusi bidang dijital, such as, Facebook, twitter, website and all digital fields.

Ada yang bilang ini gampang, and I was like, are you sure? I can spend whole day working on it!

Gimana perasaan aku menjalani pekerjaan ini? Senang, santai, dan I feel like a lucky girl.

Aku bisa pake kaos dan sendal jepit doang ke kantor, sambil sepedahan. Enak, seru. Haha. Dan sebenernya ketika melamar ke my office, a digital agency, I applied as a social media officer loh! And luckily, because of these my one and only blog, mereke menghubungi aku untuk menjadi Editorial Planner. It is a God’ gift! Rasanya gak sia-sia ngoceh ngalor ngidul diblog, buat ini itu, eh malah jadi semacam live portfolio!

Gimana dengan salary? Mau jujur mau enggak? Hahaha, untuk urusan salary, kerja di agency iklan lumayanlah dengan load kerjaan yang santai. Dan gajinya bisa dibilang hampir sama dan bisa di atas pegawai bank dan PNS lulusan S1. Kenapa aku menyinggung pegawai bank dan PNS? I feel tired hearing people around, especially when the elders said, “Kenapa kerja gak di bank atau ngelamar jadi PNS? Kan hidupnya lebih terjamin, gajinya gede.” HAH! Semua anak ahensi yang masih muda pasti tau rasanya kerjaan kita dianggap abal-abal. Bahasa Sundanya mah teu puguh. Padahal we can earn more!

Lebaran gak lama udah bereskan, but I still remember the way people treat me when I told ’em that I working on a digital agency,

O: Kerja di mana teh?

D: Di digital agency, Pak.

O: Oh…

Beda kalau kamu bilang kamu kerja di Bank!

O: Kerja di mana, Aa?

A: Kerja di Bank ***, Pak.

O: Wah keren atuh !@!@#!!@!)#!# blah blah blah.

Dianggap remeh, and I feel like I have lost my heart beat T_T. Kita kerja sama berat, kadang aku lebih santai sih, but we earn the same amount of banknote! Even better, we can earn more! *nangis di pojokan*

Buat yang mau CPNS, monggo, lagi ada pembukaan di sana-sini. Buat mereka yang nyari kerja, selain PNS-an, atau per-bank-an, MONGGO! My bless with yah!

So well, segitu aja curcolnya, buat temen-temen yang sekarang kerja di bank atau jadi PNS, I don’t hate you. Aku cuma sebel sama mindset orang tua yang kadang meremehkan kami para pekerja kreatif. *curhat aja terus dew, karakter masih panjang!* Tau kan maksudku? Gimana gak enaknya digituin T_T. Udah segitu aja dulu ya.

See you in my next post!

Love,

D

Image

Give Away is On Its Way!

8 Jul

It's Time for Give Away!

Blog ini umurnya udah mau dua tahun bulan depan. So, I am thinking about making a give away.
Selain karena bakalan berumur dua tahun, I have so many things to thank to Alloh.
Tapi, since it is beauty, foods and literature, agak bingung juga mau bikin give away dengan hadiah apa? Gak akan gede-gede sih. Tapi cukuplah buat memenuhi keinginan kecilmu atas buku baru, skincare kesukaan atau voucher makanan yang enak. So, here, I need your help. Kira-kira mau apa sih hadiahnya? Hihiihii
You can write in on my comments or send me an email directly to mahadewishaleh@gmail.com 🙂

Thank you dear.

Love D

PS: the give away will be held on August or September. After lebaran aja deh pokoknya. Karena lebaran lumayan hectic nih, takut ga ke handle ehehe. Ohya, sponsors are welcome *ngarep, keset*

New WordPress and Twitter Layout

24 Apr

I have like many things to share with all of you lately. And it is so fun!

I asked my boyfriend to design my CV template with flowers theme, I found one on the internet and it is not oke. Since my boyfriend is so generous to gimme one of his design for free, he made it for me and I feel like having my personal art director (for a life time, hahaha). I didn’t talk a lot, he knew what I like, and what I dislike.
And then, in my free time, I browsed into Stella Lee blog and found out she changed her blog layout too. And there it goes…I am using my CV template for my blog and twitter (so it will be so useful, thank u baby :*, hahahah). To be fully honest, I don’t expect this much, but when I applied the template to the layout it is so taraaraaaraaraaaaaaa…KAWAII!
So, this is the template (or sssssshhh, my layout!)

This is my favoritos!

Yap! He made me four designs for my CV template, and all of them are absolutely KAWAII. Hahahha, my blog now is so fresh, so cute and so girly, ihihihii~

If you wanna made one, you can contact me and I will tell him (price is negotiable awkwkw)
Since its purposes originally are not for blog theme, and only me doing something for my free time, the layout is not 100% effective, (you can see it is not 100% fit on the screen), but I love his works, and adore it. 🙂

Thank you for reading 🙂

DISCLAIMER:

PLEASE DO NOT COPY any of material in this post especially the picture without my permission. If you need one, tell me and we can talk it further.

Gue Salah Sama Tuhan

2 Mar

Kadang susah memahami maksud Tuhan dalam hidup kita. Gue akui, gue gagal memahami maksud Tuhan lebih awal dari yang Dia mau. But. nothing to lose kan? Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

Kegagalan gue memahami maksud Tuhan itu berdampak pada banyak hal, salah satunya adalah iman gue sendiri. I have lost, to be fully honest with you. Gue terdampar di negeri antah berantah, yang gelap dan entah ada apa di sana.
Semua berawal ketika Tuhan mengambil kebahagiaan gue satu per satu. Gue sedih, gue gak terima, gue marah. Iya gue marah sama Tuhan. Marah yang bukan sebentar loh. Kenapa bisa semarah itu? Ketika semua kebahagiaan lo diambil emang apa yang lo rasain? Sakit, disentil aja sakit. apalagi disentil diseluruh tubuh terus-terusan. Gimana gak sakit?

But, by this morning, gue nemuin sesuatu. Dan gue salah. Gue salah mengerti maksud Tuhan apa, gue gagal. Sebagai orang yang bisa dibilang mempercayai Tuhan, gue gagal. Gue gak kuat sama cobaan ini, yang mungkin too sudden. Dan gue gagal. Gue nyesel dan ini nyesek banget. Gue merasa gue kantong sampah yang gak pantes sama sekali minta maaf sama Dia. Pikiran gue, penuh dengan kebusukan. Dan gue nyesel se-nyesel-nyeselnya. Gue melek, dari jam tiga pagi sampe sekarang jam 12 siang. Belum ada keinginan untuk tidur. Seriously, gue ga tenang.

Apa yang gue pahami dari yang terjadi di subuh buta itu adalah, it is indeed true, God does something for a reason. Dia gak akan membiarkan umatnya sengsara. Masalahnya apa lo bisa nerima atau enggak, lo paham atau enggak. Masalahnya di situ. Di kondisi gue, ternyata Tuhan menarik semua fasilitas happiness nya bukan agar gue merasa sedih. Tapi Dia menjauhkan gue dari hal yang jauh lebih buruk, yang mungkin ketika gue masih bahagia, kebahagiaan itu direnggut, dengan cara yang lebih menyakitkan dan hasil yang belum tentu bisa gue terima.

Sistem Tuhan itu adil. 1 for 1. An eye for an eye. Tapi mungkin dalam bentuk yang berbeda. Bisa jadi sekarang lo sedih, besok lo bahagia. Bisa jadi sekarang lo nyakitin orang, besok lo disakitin lagi juga. Selalu ada bayaran yang setimpal atas apa yang lo lakuin. So kita harus gimana? Doing good, doing the best.

Karena kondisi badan gue yang kurang fit, gue sekarang ilang fokus dan ga tau harus nulis apa lagi. #bah. Tapi gue pengen nulis, gue butuh, dari pada gue nyampah, gak jadi apa-apa, mending gue tumpahkan *guyur air* kegalauan gue di sini. Sekalian berbagi juga.

Intinya, gue salah sama Tuhan, dan sekarang gue nyesel, gue minta maaf. Gue kangen sama Tuhan. Gue pengen balikan lagi kaya dulu. Kenapa gue terdengar seperti orang bercanda? Sumpah gak becanda, memang dari dulu gue memposisikan Tuhan sebagai teman hidup gue yang paling dekat, yang paling gue cintai juga.

That’s all now. Gue mau pergi dulu. Makasi dah mau baca.
D

PS: ini gue tulis langsung tanpa edit, salah dikit, ngaco dikit, maklumin bruakakkaka

A Dental Braces Diary: Chained and Tools!

28 Feb

Gigiku chained sekarang!

Dan ini sakitnya puarah puollll (coba cek di post sebelumnya buat tau gigi chained gimana eheehe). Sila tanya sama mereka yang pake dental braces seberapa sakit ini. Kalau aku mau describe, ini sakitnya kaya gigi kerasa linu abis makan sesuatu yang panas dan dingin. Bedanya, kalau makan makanan panas dan dingin itu kita paling merasakan sakitnya beberapa saatkan. Tapi ketika pake dental braces, it fells like a hell all day long. Berapa lama ini kerasa sakitnya? Aku pribadi minimal tiga hari, maksimal seminggu. Seharian ini makan modelnya langsung telen ga pake gigit 😦

That is about gimana aku ngerasain gimana sakitnya gigi berbehel dipakein chained. Karena giginya yang super sakit ini, aku pake tools yang beda dari yang lain girls. Aku ga pake sikat gigi khusus buat ortho, tapi pake sikat khusus gigi sensitif dari pepsodent (Pepsodent Double Care for Sensitive Teeth).

Sikat gigi double care. Pic from: tanyapepsodent.com

Beberapa sikat gigi suka mencantumkan label H, M, S. Ini fungsinya untuk mengklasifikasikan tingkat kekerasan sikatnya. H untuk hard, M untuk medium, dan S untuk soft. Bagi mereka yang ber-dental braces, pakelah yang S. Ini akan membantu mengurangi sakit ketika menggosok gigi karena bulunya halus. Untuk sikat gigi pepsodent ini, di ujung-ujung bulu sikatnya ada bulu yang jauh lebih halus dan kecil yang bisa menjangkau sela-sela gigi kamu. Ini benefit lain dari sikat gigi ini. Dan aku suka. Untuk sikat gigi, harus diganti maksimal tiga bulan sekali. Suka lupa? Kalau pepsodent ini gampang, liat aja bulu-bulu halus ujung yang berwarna itu. Kalau sudah pudar harus diganti. (Price Rp. 8.000).

Untuk pasta gigi, sebenernya gak ada patokan khusus. Cuma aku lebih memilih menggunakan pasta gigi non-flouride yang dikeluarkan Mustika Ratu, Pasta Gigi Daun Sirih. Kenapa? Karena segar lebih lama dan keset di gigi. Selain itu lebih aman karena tidak berflouride.

Pasta Gigi Daun Sirih. Pic dari : jamu.mustikaratu.com

Soal harga ini agak lebih mahal dari pasta gigi biasa. Untuk ukuran kecil 60gr harganya hampir Rp. 20.000, worth it lah ya. Ahahaha. XD.

Pasta gigi, sikatnya udah, yang ketinggalan apa coba? Mouthwash. Ehehe. Sebelum pilih mouthwash, aku konsultasi dulu sama temen aku. Dia dokter gigi. Aku tanya dia, apa ada mouthwash khusus pengguna dental braces? Dia jawab, “Gak ada, pake mouthwash apa aja bisa. Cuma kalau aku sarankan kamu coba dari Betadine. Dia non alcohol, ga bikin bibir kering.”

Betadine Obat Kumur, pic from: apotikantar.com

Selama ini, aku ga pernah tertarik sama mouthwash dari Betadine. Alasannya? Karena gak ada yang pake ini. LOL. And then I give a try, dan enak banget ke gigi. Gak ada sensasi perih yang biasa aku dapet ketika pake mouthwash lainnya. Dan kesegarannya lebih lama. Masalahnya cuma satu, ini baunya kaya Betadine buat luka. Tapi aku gak ada masalah sama baunya ini, yang penting fungsinya. Dan aku cukup puas.

Selain tools di atas itu, aku selalu bawa-bawa tusuk gigi plastik yang udah ada dental floss nya.

My Dental Tools ahahhaa 😛

Kenapa? Jauh lebih enak pake ini, lebih praktis dan lebih sterile. Huahahaha. Belinya di apotik aja, ini Rp. 15.000/50 biji. Saran aku kalau kalian mau bersihin gigi, please, sebisa mungkin lakukan di rest room atau toilet. Jangan di depan orang banyak. Abis makan, di meja makan langsung korek-korek gigi. Ini kurang beretika lho. XD

Semoga bermanfaat ya.

D

The History of Whoo Review (dan Curcol) :)

21 Feb

Bulan Oktober-Desember lalu, tepatnya aku kembali menjadi mahluk nocturnal. Ini bukan sekadar begadang, tapi bener-bener insomnia. Dan kalaupun tidur Cuma sebentar, paling lama 4 jam. I can’t sleep like babies? No, I can’t sleep at all. Akibatnya? Banyak, selain kesehatan yang menurun keadaan kulitpun drastis turun. Mulai muncul jerawat, pori-pori membesar, keriput tipis muncul, kusam, dan yang paling parah, adalah eye bags, puffy eyes, dark circle *nangis guling-guling*. Sekitar bulan Januari aku mulai sadar, it can be worse, or worst. So I am starting to change everything, termasuk berusaha keras menghilangkan beberapa penyebab insomnia itu. I have to confess, it is hard.

Selain membenahi diri, akupun mulai membenahi skincare. Kenapa? Karena udah ga kuat lagi skincare lama ngehandle masalah kulitku. Dulu aku pake Hada Labo, produk ini made in Japan. Super mild, my holy grail of skincare, tapi pada saat itu ini gak bisa dipake karena membuat kondisi wajah memburuk. Make Up ku dengan komposisi yang sama (kek biasanya) biasanya tahan sampe 7 jam, eh tiba-tiba cuma kuat sampe 3 jam. Dan ini semacam mimpi buruk , kulit yang asalnya normal to dry menjadi oily. Mau re-touch ga mungkin, soalnya bakal bikin jelek. Pilihannya cuma 2, make up ulang dr awal atau hapus make up (which means gak pake make up). Dan aku memilih yang ke 2.

Jauh sebelum masalah ini terjadi aku udah denger tentang brand skincare dari Korea yang dikategorikan Hi-Class dengan review dan rave yang tinggi. Merk-merk itu diantaranya adalah Sulwhasoo, The History of Whoo dan lain-lain sebagainya. Tapi aku gak tertarik, mahal. Candaan aku pada saat itu adalah, “Beli skincare kek beli BlackBerry (untuk fullsize, apalagi 1 rangkaian penuhnya, kekna bisa beli motor).”. Bahkan untuk samplenya aja mahal. Pada saat itu nemu yang jual sample nya 15rb sebiji (1ml) dengan pasti aku mundur perlahan *kopet  si kopet huahahah*.

Dan dimulai dari Desember sampe pertengahan January, karena “butuh” aku mulai searching, mempelajari lebih lama dan dalam tentang si The History of Whoo dan Sulwaasoo dari para beauty bloggers dan kawan-kawan di FemaleDaily.com. Review si The History of Whoo ini lebih banyak dari Sulwhasoo *entah aku gak nemu, hahaha :P*. Kemudian aku mulai condong untuk mempelajari The History of Whoo. The History of Whoo ini line nya segudang, tapi aku menyesuaikan dengan kebutuhan dan umur. Beberapa produk The History of Whoo punya range tertentu buat usia pengguna. Aku langsung ambil perawatan untuk perempuan umur 17 tahun *yeaa aku 17, hehehe, I am 24* dengan keadaan kulit yang kusam. And I found Gongjinhyang: Seol Line dari The History of Whoo.

Beberapa review mengatakan bahwa kulit akan mengalami  masa purging. Purging, from what I understand, adalah masa di mana kulit melakukan penyesuaian pada suatu bahan kimia (alamiah ataupun bukan) yang diaplikasikan dan membersihkan muka dari dalam. Beberapa skincare (krim-krim ga jelas biasanya melakukan ini, cek fan page ini) dgn menahan jerawat keluar dari pori-pori, atau menutup komedo, tapi The History of Whoo melakukan hal yang berbeda. Dengan basicnya yang merupakan ramuan herbal The History of Whoo mengeluarkan semua kotoran dari dalam kulit. Ada beberapa yang mengalami purging ada beberapa yang tidak. Dan aku berharap tidak mengalaminya.

Setelah selesai mempelajari produk ini aku mencari seller yang menjual dengan harga yang “bersaing”, bukan overpriced seperti yang aku temui di awal-awal. And then aku nemu dengan harga yang murah gak jauh-jauh, nemunya di FB (PM untuk mengetahui seller yang dimaksud). Ada satu seller yg saking murahnya, rebutan. Dan aku ga kebagian. HAUAHAHUAHAHA *sad face sambil nyengir*. Nyari lagi deh, kemudian nemu tapi ga komplit. Yang pertama aku dapet dari sekian panjang Gongjinhyang: Seol Line adalah whitening lotion. Bukan tanpa sebab musabab *tsah elah* ada 2 alasan kenapa aku pilih untuk beli lotion saja, 1. Lotion adalah pelembab yang ringan, apalagi untuk kulit oily, 2. Lotion dipakai single use agar kulit adaptasi dulu dan gak purging parah. Selain lotion aku beli juga eye cream Hwa Hyun. Kenapa pilih eye cream ini? Well, jujur, varian lainnya keabisan K . Sample The History of Whoo jarang ada seller yang stock banyak, kebanyakan pada buka PO. Jadinya barang dibeli terpisah, satu di sana satu di sini. Hehehe.

Whoo Haul, Yaaaaayyy!

Whoo Haul, Yaaaaayyy!

Setelah dipake selama sekitar 1 minggu lebih, gak ada masalah, kulit mulai cerah (cerah bukan putih loh ya xD) dan halus. Mata? Puffy  eyes nya berkurang, dark circle masih ada. Setelah kulit gak ada masalah aku memutuskan untuk menambah lagi “kadar” Gongjinhyang: Seol Line dari The History of Whoo ini. Mulai dari whitening essence dan whitening balancer water. Dua hari oke, 3 hari oke, 4 hari nightmare mulai, purging di jidat (untungnya ini bukan spot yang bisa keliatan, dan diekspose). Purgingnya lama, hampir 3minggu. Jerawat besar-besar dan sakit banget. Tangan gatel pencet-pencet dan karena dah kelamaan ga pecah-pecah ini jerawat, aku pecahin (jangan ditiru). Di minggu ketiga ini purging (hampir sebulan pemakaian) aku tambahin lagi “kadar” Gongjinhyang: Seol Line ini. Aku tambah Whitening and Moisturizing Cream dan Whitening Intensive. Magically, bekas purging alias jerawat yang baru aku pencet ini kering. Dan purging berhenti. Bahagia purging berhenti, beberapa hari kemudian aku langsung pake Brightening Gel dan Essential Massage Mask. Kenapa pake essential massage mask kan harusnya pake si Peel Off? Lagi-lagi aku kehabisan, sementara dari yang aku tau, kulit setelah di peel atau discrub itu agak sedikit “panas” makanya harus didinginkan pake masker. Then, sebenernya aku merasa beruntung beli masker ini. Enak banget dikulit! Sampe sekarang, review ini ditulis itulah produk dari The History of Whoo yang jadi “adonan special sampe kulit ku jadi seperti sekarang. Dengan total penggunaan The History of Whoo selama 40 hari.

That is the curcol and here it come the review. Review ini akan merupakan review keseluruhan pada kulitku (review The History of Whoo Gongjinhyang: Seol satu persatu bisa di lihat di sini).
Dikulitku, as you can see in the picture (no editing at all, pure dari kamera, sila di zoom),

Gradual changes, please zoom

Gradual changes, please zoom

The History of Whoo Gongjinhyang: Seol Line ini memberikan hasil yang cukup memuaskan dalam waktu 40 hari saja. Kalau dilihat foto atas (before) cahayanya lebih banyak, tapi foto bawah (after) warna kulitnya lebih putih. Itu terjadi karena minyak berlebih memantulkan cahaya (eaaaa). Pori-pori jika dibandingkan mengecil dan di daerah hidung tampak lebih bersih. Ini menggembirakan. Di daerah mata, fine line dan kerutan berkurang, terutama kedalamannya. Dark circle dan eyes bagnya pun begitu (sipiriliiiiiii senang). I have to be fully honest bahwa perubahan kulit ini sifatnya pelan-pelan banget. Jadi kalo kita ngaca tiap hari ga keliatan. Aku aja jujur liatnya dari foto, kalo ga liat foto gak akan nyadar perubahannya. And ya, masalah kulit oily ku udah ilang, dan entah kenapa line ini bikin kulit kering apalagi pas abis pake peel off.

From now on, aku bakal telatenin produk ini. Mungkin kalo buat beli fullsize masih mencekik yah, so aku akan bertahan dengan sample ini sampe habis dan berpindah ke travel size. J Repurchase? Indeed. Rating? Jelas lima bintang, tapi tenang aja, The History of Whoo ini bakal aku update sampe 3 bulan pemakaian.

Penjelasan singkat tentang step dan produk (ditulis berdasarkan urutan pemakaian ihihi). Akan tetapi ada hal yang menarik dari Whoo, bau produknya. Kalo ga herbal ya floral. Harap tahan baunya, it worth the result kok. Ini dia penjelasannya:

My Whoo Skin Care Routine

My Whoo Skin Care Routine

  1. Brightening Gel: mengandung vitamin yang membantu mengangkat sel kulit mati, abis pake ini muka berasa kenceng dan kering tapi ternyata enggak kering. Baunya condong floral.
  2. Essential Massage Mask: Ini adalah masker traditional korea yang membantu mengembalikkan keremajaan kulit dan menjaganya. Setelah pake masker ini kulit jadi halus . Pada saat dipake ada sensasi hangat yang konon katanya membuat sirkulasi darah lebih lancer dan membuat lebih sehat. I feel it. Baunya enak, manis. Hehehe.
  3. Whitening Skin Balancer: meningkatkan efektivitas produk perawatan kulit yang digunakan berikutnya. Abis pake ini kulit jadi lebih seger dan halus. Ini herbal baunya tapi gak strong.
  4. Whitening Essence: untuk mencegah bintik-bintik hitam, flek dan membuat kulit anda putih. Efek setelah pake essence adalah somehow terasa lebih oily. Tapi setelah di massage enak dan bikin halus. Baunya bau floral.
  5. Whitening Intensive: menghilangkan flek, bekas jerawat yang ada di muka. Ini baunya floral.
  6. Hwa Hyun Eye Cream: cream ini klaim bahwa produk mampu meremajakan dan memutihkan kulit. Ini si produk beli terpaksa karena eye cream laen abis. Tapi aku ga nyesel pake ini. Ehehehe, ngepek banget. Baunya enak, floral.
  7. Whitening Lotion: membuat kulit putih dan segar. Ini ringan banget, cepet meresap dan bikin halus. Bahkan single use aja dan bikin halus. Ini bau herbalnya kuat banget, kalo gak kuat hih deh.
  8. Whitening and Moisture Cream: memberikan kelembapan lebih lama hingga ke dalam dan memutihkan.  Ini pelembab ringan gak bikin minyakan/mengkilap, suka. Ini floral enak.

Untuk warna hampir semua warnanya putih atau keputih-putihan kecuali essential massage mask yang warnanya coklat muda. Sedangkan teksturnya hampir semua creamy kecuali balancer yang cair dan whitening intensive yang mirip balm.

Sebelum dan sesudah memakai skin care di atas ada  urutan yang gak mungkin dilupakan dalam penggunaan produk whitening. Cleansing step dan protecting step. Well, untuk cleansing step aku pake ristra med soap dan untuk proteksi di bawah sinar matahari aku pake skin aqua .

Here are my tips for The History of Whoo first timer user:

  1. Sabar, Jangan keburu-buru, karena skincare alami butuh waktu. Cuma skincare antah berantah yang bisa melakukan perubahan dalam waktu cepat. Dan super sabarlah dalam menghadapi purging yang menggila. Tapi kayanya gak perlu waktu terlalu lama. 40hari cukup untuk melihat perubahannya.
  2. Cari apa yang dibutuhkan kulit kamu. Sesuaikan dengan jenis kulit.
  3. Telaten, jangan males. Apalagi untuk pengguna Gongjinhyang: Seol Line dari The History of Whoo, yang merupakan Skincare regime terpanjang dari The History of Whoo.
  4. Pakai satu-satu rangkaian ini sampe kulit kamu bener-bener bisa beradaptasi. Apalagi yang kulitnya sensitive. Hal ini selain meminimalisasi purging, pada saat terjadi gejala purging kita bakal tau siapa tersangkanya (mengutip dari femaledaily.com) ehehe.
  5. Jangan dipake tebal-tebal, tipis aja cukup yang penting kita telaten.
  6. Kasih jarak ketika kamu pake produk ini. Jangan asal templok. Apalagi menghadapi line seol yang puanjang puol ini. Hueeedehh deh.
  7. Massage kulitnya yah ketika mengaplikasikan Whoo. Bisa pake system shiatsu yang ada di blog stellalee.net atau pake system aku. Caranya ambil titik di hidung atau ditengah, dan tarik keluar  arah atas. Jangan di arah bawah. Khusus untuk mata, dari sudut mata dalam ke luar.

And have a try gals. Makasih buat semua review yang telah ada sebelumnya yah seperti joseibi.com dan femaledaily.com.

UPDATE:

So, banyak comment yang dibuat menanyakan “Di mana beli sample-sample ini dengan harga shikatmiring? *miring maksudnya* Aku kasih tau harga normalnya aja ya. Untuk sachet semua Whoo rangenya antara 4-6rb aja, di atas itu mending cari seller lain. Karena kemahalan. Kecuali untuk 3 cream special Whoo, The Secret Court, Repair Cream, All in One Cream, ini harganya bisa sampe 10rb. Untuk Jinaek Sachet bisa sampe 15rb.

Untuk sample bottle 5ml sekitar 10rb-an, kecuali Jinaek yang 5ml agak mahal sekitar 25rb-an hehehe.

Kalo lebih mahal dari itu, better cari olshop lain yang lebih murah. Gak ada? Belum ketemu mungkin ya. Aku sih biasa beli di Sample Corner di FB. Silakan tanya aja sama online shopnya ya. Klik aja di sana.

 

I am really rarely online here. Please contact me on my new site

MsMahadewi.com