Tag Archives: mahadewishaleh

Sebuah Senja, @cahaya_sore

15 Aug

Sore yang tak biasa, aku duduk di kantor dengan segelas milo dingin di meja. Entahlah, tanpa alasan yang jelas, aku duduk terpaku memandang jendela.
Bukan pekerjaan yang aku tatap, bukan monitor atau berkas yang harusnya aku baca, bukan laporan keuangan yang harus diinput ke dalam folder anggaran, tapi hal lain.
Satu, dua, hingga lima menit aku terduduk, beku. Bukan kursi yang enak untuk aku duduki, kursi kayu tanpa busa, keras. Tapi aku masih sama, masih beku di tempat itu-itu juga.

Seharusnya aku mengerjakan semua pekerjaan sebagai manager keuangan dengan terburu-buru, deadline, ini akhir bulan February. Entah kenapa aku memilih membunuh waktu dalam diam.
Tak ada keindahan yang istimewa, jendela itu jendela yang sama yang aku tatap tadi pagi. Milo dingin di mejapun tak aku sentuh sedikitpun.
Lalu *klik* aku ambil sebuah foto. Aku lihat dengan baik, fotonya bagus. Iya fotoku.

Entahlah, foto ini terlalu bagus aku rasa.

Itu enam bulan yang lalu, kok.

Ada yang bilang hidup serupa film. Sementara film adalah lukisan cahaya. Kalau bisa mendapat cahaya yang bagus, logikanya, hidup kita akan menjadi indah.
Iyakan?

Dan orang bilang senja memiliki cahaya yang paling indah. Dan ya, aku jatuh cinta pada cahaya sore sore itu, enam bulan lalu.
Dan saat itu, ada yang aku pahami dengan baik. Cahaya sore akan tetap menawan tanpa aku, tapi aku tidak akan menawan tanpa dia.

 

Sejak enam bulan lalu, aku bawa kotak cahaya ke manapun aku pergi. Aku simpan di tempat aman, hati.

***

 

@cahaya_sore: Pada sepi yang kau sebut pagi,

ketahuilah nona @MahadewiShaleh kopimu selalu lebih manis dari serpihan mimpi-mimpi semalam.

@MahadewiShaleh: Tanpamu @cahaya_sore, hati hamparan salju, putih serupa maut.

Cairkan aku dengan segelas kopi, pun sepiring remah mimpi.

 

 

Advertisements

Proving Love?

15 May

Gimana keadaan pagi kamu setiap pagi?

Love birds, the couple, would like to say…”Pagi kami selalu sama, orang yang kita cintai ada di samping kami, selalu seperti itu. Dibangunkan dengan pelukan hangat dan kecupan ringan di bibir.”

What a lovely morning!

What do you do after that? Mereka akan bilang, “Beraktifitas seperti biasa sambil mencintai satu sama lain.”

Tapi bagaimana bila pasanganmu bertanya, “Kamu cinta aku, terus apa yang bisa kamu lakukan untuk membuktikan cinta kamu?” “. . . . .”

Apa jawaban kamu? Kalo aku di posisi dia, jujur nih yah…bingung mau jawab apa. Kalo cuma ngomong doang sih iya gampang. Tapi mana bisa sih kamu cuma ngomong doang sama orang yang kamu sayang?

Butuh bukti kan? Iya dong butuh bukti. Maksudku, yang emang bener-bener kamu lakuin buat dia.

Beberapa orang mengatakan, “The nice thing about love is that it is built on trust. And when you trust someone, you don’t have to prove anything.

I couldn’t agree more. It so true, but how if your love insists?

Well, the best answers is……. tunjukan bahwa kamu mencintai dia dengan cara kamu sendiri. Hobi kamu apa? Masak? Masakin deh dia masakan kesukaan dia. Kamu suka nyanyi? Nyanyiin lagu kesukaan dia. More simple way? Buat dia merasa kalau kamu memang mencintai dia. Kalau buat dia itu masih kurang, dan itu bukanlah bukti cinta yang cukup buat dia harus gimana? Kasih tau pasangan kamu, the best way to loving is not by show it, but feel it. Mungkin kamu dicintai tidak sebanyak orang lain, tapi bersyukurlah, bahwa cinta yang tidak banyak, yang mungkin kecil, itu ada, dan itu nyata, even better, it grows every day, bigger and bigger.

Yang Aku Cinta

25 Mar

Aku hanya ingin bermesraan dengan
Mu lebih dari siapapun juga
Dan mencintai Mu lebih dari aku
mencintai cahaya mentari

Jika bisa ingin rasanya aku saling
mengirim teks dengan Mu. Berkata-kata
sayang, “Ya Rahman, Ya Rahim Ya
Salam.” dan Kau membalasnya dengan
cinta Mu “Ya Habibie, umatku yang
baik, sudahkah kau Ashar hari ini?”
Ketika malam datang, kau bangunkan
aku dengan lembut, “Tahajudlah wahai
umatku tercinta, aku rindu
bercengkrama denganmu.”
Kalau Kamu punya Facebook aku akan
menjadi orang pertama yang ada di
friendlist Mu, nanti kita saling mengirim
wall, kalau boleh aku minta kau tag
terus setiap hari agar aku terberkati
Dan kita juga akan terus ber-twitter ria,
me-mention satu sama lain dan
merindukan Mu
Ketika hari berganti, pagi siang, sore
malam
aku ingin menelponmu dan
menceritakan semua yang aku
inginkan hanya padamu.
Sungguh, aku merindukan mu .
Dan terimakasi Ya Rahman, karena
cintaku ini tak bertepuk sebelah
tangan.

Bandung, 23 April 2010

Posted from WordPress for Android

Kuilmu, Tuan

23 Mar

Kuilmu, bait sajak yang dikalahkan
masa lalu

Ketika daun meranggas dan ricik air
terdengar
Pepohonan berdiri berjajar tunduk
kepadamu ke arah matahari terbenam

Tidakkah kau dengar nada yang
mengalun?
Mantra nada yang dulu adalah candu
Rapalan-rapalan liar tepat di telingaku
Sentuhan-sentuhan jemarimu tepat di
pori-poriku

Ketika gelap membutakan
Aku, kulitku yang kau ambung
adalah minyak yang membakar api
dalam darah
Menuntun pada satu dan dua dan tiga
rasa bahagia,
Gelora seindah saga

“Ini penyucian,” kau bilang, “Sepasang
pendeta bersatu
mata, hidung, dan bibir mengecup
setiap jiwa.
Agar tak tersesat dalam gelap.
Agar ruh tak salah jalan.”

Barangkali, Tuan, kuilmu hanyalah
bangunan masa lalu
Sisa reruntuhan dan kolom-kolom
kosong,

Dulu, barangkali
Pilar-pilar tinggi yang kokoh itu tegak
tertanam dalam darah

Kuilmu, barangkali, adalah gubahan
puisi untukku
Tempat kau menanggalkan jubahmu
dihadapan kekasihmu

Posted from WordPress for Android

Dari #M

20 Mar

Untuk kau yang merindukanku di tepian sungai
Rindumu itu serupa bebatuan tajam di dasar sungai yang jernih
Dengan airnya yang dingin menusuk hingga ke sumsum tulang
Dan aku adalah penawar yang setia, menanti di tepian lainnya
Jika tanpaku adalah segalanya
Janganlah kau mati karena aku menunggu mu ditepian
Maaf jika cinta tak pernah adil untukmu
Karena aku mencintai rindu lebih besar dari keraguanmu untuk menyebrangi sungai, untuk bersamaku selamanya
Aku ingatkan, kau yang tak adil kali ini
Tak menjawab cintaku pada rindu sama besar
Jika setiap kali mengingatku malam menjelma menjadi ruang serba hitam dan aku adalah serigala yang berlarian dijantungmu
Temuilah aku di siang-siang harimu, karena aku tetap setia pada rindu tanpa cinta yang berkurang sedikitpun
Aku mendengarmu dan aku paham
Memang ini bukan kisah yang mudah bagi kita
Bagiku atau bagimu
Lekaslah datang sebelum aku menghilang di cakrawala
Aku terbang menuju cakrawala dengan air mata di pipi, berpamitan pada senja karena aku segera hilang
Kapan kau akan membangun rumah baru dalam sajakmu untukku?
Rumah tanpa pintu? Dan membiarkan rinduku pergi tanpa pamit dan datang tanpa permisi?
Rumah yang mengizinkan kita gaib masuk, kita gaib terkurung? Dan kita tak pernah keluar?
Di kota ku, malam dengan gerak angin tak menentu karena penghuninya disiksa rindu, malam berlalu kelam dengan mata terpejam dan hati yang dirajam rindu dengan kejam
Dengan mu setiap malam akan jadi malam minggu, setiap malam akan serupa kasmaran baru.
Tapi hatiku terpaut lelaki yang mencintaiku
Walau mantra rindu yang aku rapalkan tak kunjung didengarnya
Sudikah kiranya membiarkan hatiku menikmati rindu yang kejam? Sudikah kiranya kau menemaniku, tanpa pergi sedetikpun? Tanpa menoleh walau setarikan nafas?
Rindu pada dia yang tak kunjung padam
Walau aku telah lelah dirajam kejam
Tapi rindumu padaku masih serupa bebatuan tajam didasar sungai yang jernih
Dan aku, masih setia menunggumu ditepian.

Cat Lovers Diary: Say No to Cat Trafficking XD

4 Jan

Kucing itu sekilas sama kaya boneka loh. Bulunya lembut, pas buat diunyel-unyel kalo lagi stress. Bisa ngerti kalo majikannya marah. Bisa diajak nemenin bobo. Bisa gigit kalo kesel ga diajak maen.

Eh tapi, dulu aku takut sama kucing loh. Kenapa? Pernah dicakar sama kucing (gara-gara malem-malem gak sengaja nginjek ekor kucing, yah mau gimana lagi? Ga keliatan) ampe berdarah. Dan ampe sekarang aku paling deg-degan kalo kaki dicium-cium kucing.

Sekarang sih, banyak yang jual-beli kucing. Kalo di Bandung, di depan BIP suka ngejajar yang jualan kucing. Tapi jujur nih yah. Aku gak suka sama yang namanya jual-beli kucing, apalagi udah gede kucingnya terus dijual. Mending minta ato dikasih, soalnya tampak seperti adopsi (di mata aku sih iyah, lebih halal adopsi daripada jual beli!).

Kenapa ga setuju sama kucing dijual pas udah gede? Karena emang si majikan ga sayang? Ga punya ikatan batin sama si kucing sampe mau maen jual gitu? Kalo aku sih, ga ketemu kucing yang biasa diajak maen aja udah deg-degan kangen setengah mati. Lah ini malah dijual.

Waktu ngetik ini, si Aura (kucing blasteran: Ibu persia anggora, bapak entah apa) bulak balik minta digendong. Dan semakin membuat semangat -ga setuju sama jual-beli kucing-menjadi-jadi. Yes I know, itu lahan pencaharian beberapa orang sih. Hak dia juga, tapi yah gini…tetep ga ridho…ga ikhlas gitu…

Apalagi kalo ada kata tawar menawar…mereka kan jelas hidup… Lucu, unyu (walo kadang gengges pas musim kawin, dan bau kalo abis puup). Hidup mereka, meow mereka ditawar. NO NO NO…

Udahan curhatnya, bapak-bapak di kantor matanya udah tajem banget ngeliatin. Tampak mau ngemakan gara-gara maenan hp mulu.

See you!

From a big fan of cat,
D

Posted from WordPress for Android

Mari Membaca Puisi dan Tips Pembacaan

20 Dec

Saya akui, udah ga baca sajak sejak kapan tau…hmm… 4 tahun yang lalu, itu juga baca sajaknya karena ada ujian mata kuliah Foundation of Literature, yang seingat saya Bu Kim (nama dosen yang baik banget, yang udah pensiun) bilang “You read it good, perfectly.” Hehehe *Bangga* *Wajib Bangga*.

The Sick Rose

BY WILLIAM BLAKE

O Rose, thou art sick!
The invisible worm
That flies in the night,
In the howling storm,
Has found out thy bed
Of crimson joy:
And his dark secret love
Does thy life destroy.
Kesalahan pada pembacaan puisi ini oleh beberapa kawan adalah karena ada storm dibaca keras seakan-akan marah. Padahal. ini puisi tentang kesedihan seorang wanita yang kegadisannya direnggut (pemahaman saya sih begitu).

Kemarin iseng sih Uda Esha Tegar Putra kirim voicenote yang membaca sajak… KEREN!!!

Nah sesudah dibacakan puisi oleh Uda, walaupun via voicenote, dia bilang “Bacakan untukku puisi, Kangen-Rendra.” Yah sudah, dengan hati ketar-ketir gara-gara minder (Dia bagus banget bacanya soalnya!) saya bacakan puisinya walau yah, walau Laahaula.

Baca Puisi itu gak gampang loh friends, sepeti yang saya kutip dari beberapa sumber bahwa banyak cara dan alasan kenapa kita membaca puisi, salah satunya adalah karena kesenangan, atau kepuasan diri 🙂

Well, saya akan rangkum beberapa panduan pembacaan puisi.

1. Lihat judulnya dan pikirkan kira-kira itu tentang apa.

2. BACA PUISINYA… Coba rasakan bagaimana puisi ini akan terdengar di telinga orang lain.

3. Mulai dengan apa yang anda tahu. Beberapa puisi akan sulit dipahami loh, rasanya dan bagaimana dia terdengar akan sangat sulit dimengerti. Saran saya, garis bawahi apa yang anda mengerti dengan highlighter atau marker, sesudah itu pakai warna yang berbeda dan garis bawahi juga apa yang tidak anda pahami.

4. Lalu cek pemahaman anda tentang puisi itu. Bisa berupa, kesan pembacaan, apa yang anda ingat dan apa yang anda pahami tentang puisi tersebut.

5. Selanjutnya (menarik ini, analysis puisi here we come 🙂 ) LIHAT POLA! Perhatikan pengulangan (repetisi) bahasa, citra, suara, warna, atau pengaturan. Tanyakan pada diri, apa yang penyair coba katakan melalui puisi tersebut. 🙂

6. Carilah perubahan nada, fokus, narator, struktur, suara, pola. Tanyakan: “Apa yang telah berubah? Hal ini mengubah apa di dalam puisi ini?”

7. Mengidentifikasi narator. Tanyakan: Siapa yang berbicara dalam puisi itu? Apa yang kau tahu tentang sang Narator?

8. Periksa lagi pemahaman anda. Ulangi pembacaan puisi (jika bisa, baca dengan keras) dari dari awal hingga akhir, lantas menggarisbawahi (lagi) bagian yang anda belum mengerti. Lantas coba jelaskan puisi itu pada diri sendiri atau orang lain.

9. Temukan saat-saat penting dalam puisi. Saat penting sekecil apapun yang ada dalam deretan syair. Seringkali beberapa kata seperti dalam sebuah puisi untuk puisi mengarahkan pembaca dalam arah baru. Perhatikan juga pemotongan stanza dalam puisi.

10. Pertimbangkan bentuk dan fungsi. Sekarang adalah saat yang tepat untuk melihat lebih kritis pilihan penyair. Apakah penyair menggunakan bentuk spesifik, seperti soneta? Bagaimana bentuk khusus — misalnya, sebuah soneta memungkinkan mereka untuk mengekspresikan puisi? Apakah beberapa penggunaan majas bahasa digunakan oleh penyair? Contohnya meliputi: enjambment,
assonance, aliterasi, simbol, metafora, atau sindiran. Contoh lain mungkin termasuk penggunaan  kapitalisasi yang tidak biasa, tanda baca (atau tanda baca yang dihilangkan), atau tipografi. Tanyakan. “Bagaimana penyair menggunakan tanda baca dalam puisi itu?”

11. Periksa untuk pemahaman yang lebih jauh. Baca puisi itu lagi keras jika memungkinkan. Kembali ke judul dan tanyalah dirimu tentang apa dan bagaimana puisi itu terkait dengan judul.

Tetap yang ditekankan dari tips di atas adalah pemahaman kita akan sebuah karya. Jadi bukan asal baca flat semua. Enggak kan? Hehehe

Sekian tips saya, saya juga masih belajar, kalau ada yang ditanyakan, sila kirim e-mail ke mahadewishaleh@gmail.com.

Rendra
Kangen

Kau tak akan mengerti bagaimana kesepianku

menghadapi kemerdekaan tanpa cinta

kau tak akan mengerti segala lukaku

kerna luka telah sembunyikan pisaunya.

Membayangkan wajahmu adalah siksa.

Kesepian adalah ketakutan dalam kelumpuhan.

Engkau telah menjadi racun bagi darahku.

Apabila aku dalam kangen dan sepi

itulah berarti

aku tungku tanpa api

Klik disini buat mendengarkan saya bersajak pendek.

Kalau ada yang mau request pembacaan sajak oleh saya, boleh banget… Itung-itung latihan :))

See you when I write again xoxo

D